Oritoori - Situs Web Informasi Pariwisata Resmi Kota Ishigaki
Pemandu: Celeste Ortelee
Film: Sakishima Films
Celeste, seorang seniman Belanda yang tinggal di Pulau Ishigaki, akan memandu Anda melalui pengalaman unik yang hanya tersedia di Pulau Ishigaki.
Nosoko Marpe adalah tempat populer untuk trekking santai. Jalur pendek ini dapat didaki dalam waktu sekitar 15 menit. Pemandangan 360° dari puncak benar-benar spektakuler. Anda juga dapat menikmati trekking di Gunung Omoto dan Gunung Banna.
Bersepeda dengan kecepatan sendiri sambil menikmati alam di tengah matahari terbenam yang indah adalah perasaan terbaik. Baik Anda bersepeda di sepanjang garis pantai dengan pemandangan cakrawala atau menaklukkan jalur berbukit yang menantang, ada banyak cara untuk menikmati bersepeda.
Lokasi "Manta Scramble" menawarkan salah satu tingkat pertemuan dengan pari manta tertinggi di dunia. Anda dapat melihat mereka berenang dengan santai dan anggun dari jarak dekat.
Dayunglah perlahan menyusuri hutan bakau yang tenang dengan kayak. Dengarkan suara burung dan serangga, serta percikan ikan, dan nikmati waktu yang ajaib dan damai.
Memancing adalah hobi populer bagi banyak penduduk Pulau Ishigaki, yang dikelilingi oleh laut. Anda bahkan mungkin menangkap ikan yang unik untuk pulau-pulau selatan, berbeda dari yang ditemukan di daratan utama. Tersedia tur yang mudah dinikmati bahkan oleh pemula.
Dunia bawah laut yang magis terbentang di perairan sekitar Pulau Ishigaki. Nikmati ikan-ikan berwarna-warni dan terumbu karang di laut yang jernih.
Stand-up paddleboarding (SUP) adalah olahraga air populer di Pulau Ishigaki. Meskipun menyenangkan untuk berlayar agak jauh dan menunggangi ombak, SUP yoga menawarkan pengalaman yang sangat menenangkan di mana Anda dapat menyatu dengan laut dan angin.
Pulau Ishigaki menyelenggarakan berbagai acara olahraga sepanjang tahun. Peserta tidak hanya berasal dari komunitas lokal, tetapi juga dari seluruh Jepang dan dunia. Berolahraga di tengah pemandangan alam yang indah pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa.
Setiap hidangan rumahan yang dimasak dengan sayuran segar hasil panen pulau ini rasanya luar biasa. Mari kita pelajari tentang budaya kuliner unik pulau ini dan coba membuat beberapa hidangan sederhana khas pulau.
Yaeyama soba adalah makanan pokok kuliner lokal Pulau Ishigaki. Berbeda dengan soba Jepang, ini adalah sup mie yang terbuat dari tepung terigu. Mengunjungi berbagai restoran soba dan menemukan favorit Anda adalah cara yang bagus untuk menikmati pengalaman tersebut.
Di Shiraho, sebuah desa di Pulau Ishigaki yang masih mempertahankan suasana pemukiman tradisional, terdapat pasar Minggu. Anda dapat menemukan sayuran segar, kerajinan tangan, dan barang-barang lain yang memberikan Anda gambaran tentang karakter Pulau Ishigaki.
Lokakarya ini mengajarkan Anda cara membuat alat-alat tradisional yang telah digunakan di Pulau Ishigaki selama beberapa generasi. Ini adalah kesempatan bagus untuk merasakan keindahan alam, budaya, dan kearifan leluhur kita di pulau ini.
Tenun Minsaa adalah tekstil tradisional Yaeyama yang menampilkan pola lima dan empat. Tekstil ini membawa pesan cinta, "Semoga cinta kita abadi selamanya."
Pulau Ishigaki sangat ideal untuk pembuatan keramik, berkat kualitas tanah liatnya yang tinggi. Banyak seniman mengambil inspirasi dari alam pulau ini untuk menciptakan karya-karya orisinal. Festival Keramik adalah acara di mana para seniman ini berkumpul. Kami merekomendasikan untuk mengunjungi bengkel-bengkel untuk menemukan beberapa karya yang indah.
Shisa Okinawa, yang menjaga rumah-rumah di atas atap genteng merah, adalah suvenir populer, tetapi mengapa tidak mencoba membuatnya sendiri?
Pulau Ishigaki adalah rumah bagi banyak kreator unik dan berbakat. Pastikan untuk mencari produk-produk seperti kaos yang didesain dengan pengaruh alam dan budaya khas Pulau Ishigaki.
Prosesi Angama adalah upacara untuk menghormati leluhur. Ushmai (kakek) dan Nmi (nenek) mengunjungi rumah-rumah bersama keturunan mereka, yang disebut Farma, sambil bernyanyi dan menari. Sesi tanya jawab yang lucu dengan para penonton juga merupakan pemandangan yang menarik.
Sanshin, yang dimainkan dengan tiga senar, memiliki suara lembut yang melambangkan musik Kepulauan Yaeyama.
Tarian tradisional ini telah diwariskan dari generasi ke generasi di Kepulauan Yaeyama. Ini adalah praktik budaya penting yang mengungkapkan rasa syukur kepada dewa-dewa alam dan berbagi kegembiraan.